Showing posts with label Volcano. Show all posts
Showing posts with label Volcano. Show all posts

Saturday, June 16, 2012

Daftar Gunung dan Pegunungan di Indonesia

  1. Gunung Agung, di Pulau Bali
  2. Gunung Abang, di Pulau Bali
  3. Gunung Anjasmara, di Jawa Timur
  4. Gunung Argopuro, di Jawa Timur
  5. Gunung Arjuno, di Jawa Timur
  6. Gunung Aseupan, di Banten
  7. Gunung Awu, di Sulawesi Utara
  8. Gunung Balease, di Sulawesi Selatan
  9. Gunung Baluran, di Jawa Timur
  10. Gunung Bandahara, di NAD
  11. Gunung Batok, di Jawa Timur
  12. Gunung Batur, di Bali
  13. Gunung Batutara, di Laut Flores
  14. Gunung Batusibela, di Maluku Utara
  15. Gunung Bawakaraeng, di Sulawesi selatan
  16. Gunung Bedil, di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat
  17. Gunung Betung, di Lampung
  18. Gunung Botto Kabobong, di Sulawesi selatan
  19. Gunung Bromo, di Jawa Timur
  20. Gunung Bukitunggul, di Jawa Barat
  21. Gunung Bur ni Telong, di NAD
  22. Gunung Burangrang, di Jawa Barat
  23. Gunung Boled, di jawa barat
  24. Gunung Cikurai, di Jawa Barat
  25. Gunung Ciremai, di Jawa Barat
  26. Gunung Dempo, di Sumatera Selatan
  27. Gunung Fatu Timao di Nusa Tenggara Timur
  28. Gunung Galunggung, di Jawa Barat
  29. Gunung Gamalama, di Ternate Ma-lut
  30. Gunung Gamkonora, di Maluku Utara
  31. Gunung Gede, di Jawa Barat
  32. Gunung Geulis, di Jawa Barat
  33. gunung gawalise di sulawesi tengah
  34. Gunung gandang dewata di sulawesi barat
  35. Gunung Guntur di Jawa Barat
  36. Gunung Halimun, di Banten
  37. Kawah Ijen, di Jawa Timur
  38. Puncak Jaya di Papua
  39. Gunung Kabaena, di Pulau Kabaena, Sulawesi Tenggara
  40. Gunung Karang, di Banten
  41. Gunung Karangetang, di Sulawesi Utara
  42. Gunung Kelud, di Jawa Timur
  43. Gunung Kerinci, di Jambi
  44. Gunung Krakatau, di Selat Sunda
  45. Gunung Kencana, di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat
  46. Gunung Klabat, di Sulawesi Utara
  47. Gunung Lalakon,di Kabupaten Bandung Barat Jawa Barat
  48. Gunung Lamajang, di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat
  49. Gunung Lasem, di Rembang Jawa Tengah
  50. Gunung Lawu, di Jawa Timur
  51. Gunung Leuser, di NAD
  52. Gunung Lompobattang, di Sulawesi Selatan
  53. Gunung Lokon, di sulawesi Utara
  54. Gunung Nepo, di Sulawesi Selatan
  55. Gunung Malabar, di Jawa Barat
  56. Gunung Manglayang, di Jawa Barat
  57. Gunung Mandalawangi, di Jawa Barat
  58. Gunung Marapi, di Sumatera Barat
  59. Gunung Mekongga, di Sulawesi Tenggara
  60. Gunung Merapi, di Jawa Tengah
  61. Gunung Merbabu, di Jawa Tengah
  62. Gunung Muria, di Jawa Tengah
  63. Gunung Nokilalaki di sulawesi tengah
  64. Gunung Mutis di Nusa Tenggara Timur
  65. Gunung Panderman, di Jawa Timur
  66. Gunung Pangrango, di Jawa Barat
  67. Gunung Papandayan, di Jawa Barat
  68. Gunung Patuha, di Jawa Barat
  69. Gunung Penanggungan, di Jawa Timur
  70. Gunung Perkison, di NAD
  71. Gunung Pesagi, di Lampung
  72. Gunung Pesawaran, di Lampung
  73. Gunung Prahu, di Jawa Tengah
  74. Gunung Pulasari, di Banten
  75. Gunung Pagogul, di Sulawesi Tenggara
  76. Gunung Puncak Besar, di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat
  77. Gunung Rajabasa, di Lampung
  78. Gunung Raung, di Jawa Timur
  79. Gunung Rinjani, di NTB
  80. Gunung Riung Gunung, di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat
  81. Gunung Sago, di Payakumbuh, Sumatera Barat
  82. Gunung Salak, di Jawa Barat
  83. Gunung Sanggabuana, di Jawa Barat
  84. Gunung Seblat, di Bengkulu
  85. Gunung Semeru, di Jawa Timur
  86. Gunung Seminung, di Lampung
  87. Gunung Sibayak, di Sumatra Utara
  88. Gunung Sibuatan, di Sumatera Utara
  89. Gunung Sihapuabu, di Sumetera Utara
  90. Gunung Sinabung, di Sumatera Utara
  91. Gunung Singgalang, di Sumatera Barat
  92. Gunung Slamet, di Jawa Tengah
  93. Gunung Sumbing, di Jawa Tengah
  94. Gunung Sundoro, di Jawa tengah
  95. Gunung Sorik Marapi, di Sumatera Utara
  96. Gunung Soputan, di Sulawesi Utara
  97. Gunung Talamau, di Sumatera Barat
  98. Gunung Talang, di Sumatra Barat
  99. Gunung Tambora, di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat
  100. Gunung Tampomas, di Sumedang, Jawa Barat
  101. Gunung Tandikat, di Sumatra Barat
  102. Gunung Tanggamus, di Lampung
  103. Gunung Tangkuban Parahu, di Jawa Barat
  104. Gunung Tilu Pangalengan, di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat
  105. Gunung Wayang, di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat
  106. Gunung Welirang, di Jawa Timur
  107. Gunung Wilis, di Jawa Timur
  108. Gunung Windu, di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat
==>Read More

Sunday, June 3, 2012

Gunung Merapi - Gunung Penuh Misteri dari Jawa Tengah

Ketinggian 2.968 m (9.737 kaki)
Daftar Ribu, Gunung api Tipe A

Lokasi
Lokasi Klaten, Boyolali, Magelang (Jawa Tengah), Sleman (DI Yogyakarta)
Koordinat 7°32'30" LS 110°26'30" BT

Geologi
Jenis stratovolcano
Letusan terakhir 2010



Merapi (ketinggian puncak 2.968 m dpl, per 2006) adalah gunung berapi di bagian tengah Pulau Jawa dan merupakan salah satu gunung api teraktif di Indonesia. Lereng sisi selatan berada dalam administrasi Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan sisanya berada dalam wilayah Provinsi Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Magelang di sisi barat, Kabupaten Boyolali di sisi utara dan timur, serta Kabupaten Klaten di sisi tenggara. Kawasan hutan di sekitar puncaknya menjadi kawasan Taman Nasional Gunung Merapi sejak tahun 2004.

Gunung ini sangat berbahaya karena menurut catatan modern mengalami erupsi (puncak keaktifan) setiap dua sampai lima tahun sekali dan dikelilingi oleh pemukiman yang sangat padat. Sejak tahun 1548, gunung ini sudah meletus sebanyak 68 kali. Kota Yogyakarta adalah kota besar terdekat, berjarak sekitar 27 km dari puncaknya, dan masih terdapat desa-desa di lerengnya sampai ketinggian 1700 m dan hanya 4 km jauhnya dari puncak. Gunung ini adalah salah satu dari enam belas gunung api dunia yang termasuk dalam proyek Gunung Api Dekade Ini (Decade Volcanoes).

Geologi Merapi

Gunung Merapi adalah gunung termuda dalam rangkaian gunung berapi yang mengarah ke selatan dari Gunung Ungaran. Gunung ini terletak di zona subduksi Lempeng Indo-Australia yang bergerak ke bawah Lempeng Eurasia. Puncak yang sekarang ini tidak ditumbuhi vegetasi karena aktivitas vulkanik yang tumbuh di sisi barat daya puncak Gunung Batulawang yang lebih tua Letusan-letusan di daerah tersebut berlangsung sejak 400.000 tahun lalu (kala Pleistosen),dan sampai 10.000 tahun lalu tipe letusannya adalah efusif (leleran lava). Setelah itu, letusannya juga bersifat eksplosif (ledakan), dengan lava kental yang menimbulkan kubah-kubah lava.

Karakteristik letusan sejak 1953 adalah desakan lava ke puncak kawah disertai dengan keruntuhan kubah lava secara periodik dan pembentukan awan panas (nuée ardente). Kubah puncak yang ada sampai 2010 adalah hasil proses yang berlangsung sejak letusan gas 1969.

Dalam proyek kerja sama dengan Pusat Vulkanologi Indonesia (PVMBG), ahli geologi Pusat Penelitian Kebumian di Potsdam, Jerman, mendeteksi adanya ruang raksasa di bawah Merapi berisi material seperti lumpur yang secara "signifikan menghambat gelombang getaran gempa bumi". Para ilmuwan memperkirakan material itu adalah magma.

Letusan-letusan kecil terjadi tiap 2-3 tahun, dan yang lebih besar sekitar 10-15 tahun sekali. Letusan-letusan Merapi yang dampaknya besar tercatat di tahun 1006, 1786, 1822, 1872, dan 1930. Letusan besar pada tahun 1006 membuat seluruh bagian tengah Pulau Jawa diselubungi abu, berdasarkan pengamatan timbunan debu vulkanik. Diperkirakan, letusan tersebutlah yang menyebabkan pusat Kerajaan Medang (Mataram Kuno) harus berpindah ke Jawa Timur. Letusannya di tahun 1930 menghancurkan tiga belas desa dan menewaskan 1400 orang.

Letusan bulan November 1994 menyebabkan luncuran awan panas ke bawah hingga menjangkau beberapa desa dan memakan korban 60 jiwa manusia. Letusan 19 Juli 1998 cukup besar namun mengarah ke atas sehingga tidak memakan korban jiwa. Catatan letusan terakhir gunung ini adalah pada tahun 2001-2003 berupa aktivitas tinggi yang berlangsung terus-menerus. Pada tahun 2006 Gunung Merapi kembali beraktivitas tinggi dan sempat menelan dua nyawa sukarelawan di kawasan hulu Kali Bebeng karena terkena terjangan awan panas. Rangkaian letusan pada bulan Oktober dan November 2010 dievaluasi sebagai yang terbesar selama 100 tahun terakhir, mengancam 32 desa dan memakan korban nyawa lebih daripada 100 orang (angka masih dapat berubah), meskipun pengamatan terhadap Merapi telah sangat intensif dan manajemen pengungsian telah berfungsi relatif baik.

Gunung ini dimonitor non-stop oleh Pusat Pengamatan Gunung Merapi di Kota Yogyakarta, dibantu dengan berbagai instrumen geofisika telemetri di sekitar puncak gunung serta sejumlah pos pengamatan visual dan pencatat kegempaan di Ngepos, Srumbung, Kaliurang, dan Babadan.
==>Read More

Saturday, June 2, 2012

8 Gunung Berapi Indonesia yang terkenal di Dunia karena letusannya

Volcanic Explosivity Index (VEI) dikemukakan oleh Chris Newhall dari U.S. Geological Survey dan Steve Self dari Universitas Hawaii tahun 1982 untuk menyediakan pengukuran relatif dari besarnya letusan gunung berapi.


8. Gunung Kelud (VEI=4)
Sejak abad ke-15, Gunung Kelut telah memakan korban lebih dari 15.000 jiwa. Letusan gunung ini pada tahun 1586 merenggut korban lebih dari 10.000 jiwa. Sebuah sistem untuk mengalihkan aliran lahar telah dibuat secara ekstensif pada tahun 1926 dan masih berfungsi hingga kini setelah letusan pada tahun 1919 memakan korban hingga ribuan jiwa akibat banjir lahar dingin menyapu pemukiman penduduk.
 
Pada abad ke-20, Gunung Kelut tercatat meletus pada tahun 1901, 1919 (1 Mei), 1951, 1966, dan 1990. Tahun 2007 gunung ini kembali meningkat aktivitasnya. Pola ini membawa para ahli gunung api pada siklus 15 tahunan bagi letusan gunung ini. 

7. Gunung Merapi (VEI=4)
Gunung Merapi adalah yang termuda dalam kumpulan gunung berapi di bagian selatan Pulau Jawa. Gunung ini terletak di zona subduksi, dimana Lempeng Indo-Australia terus bergerak ke bawah Lempeng Eurasia. Letusan di daerah tersebut berlangsung sejak 400.000 tahun lalu, dan sampai 10.000 tahun lalu jenis letusannya adalah efusif. Setelah itu, letusannya menjadi eksplosif, dengan lava kental yang menimbulkan
kubah-kubah lava.

Letusan-letusan kecil terjadi tiap 2-3 tahun, dan yang lebih besar sekitar 10-15 tahun sekali. Letusan-letusan Merapi yang dampaknya besar antara lain di tahun 1006, 1786, 1822, 1872, dan 1930. Letusan besar pada tahun 1006 membuat seluruh bagian tengah Pulau Jawa diselubungi abu. Diperkirakan, letusan tersebut menyebabkan kerajaan Mataram Kuno harus berpindah ke Jawa Timur. Letusannya di tahun 1930 menghancurkan 13 desa dan menewaskan 1400 orang.

6. Gunung Galunggung (VEI=5)
Gunung Galunggung tercatat pernah meletus pada tahun 1882 (VEI=5). Tanda-tanda awal letusan diketahui pada bulan Juli 1822, di mana air Cikunir menjadi keruh dan berlumpur. Hasil pemeriksaan kawah menunjukkan bahwa air keruh tersebut panas dan kadang muncul kolom asap dari dalam kawah. Kemudian pada tanggal 8 Oktober s.d. 12 Oktober, letusan menghasilkan hujan pasir kemerahan yang sangat panas, abu halus, awan panas, serta lahar. Aliran lahar bergerak ke arah tenggara mengikuti aliran-aliran sungai. Letusan ini menewaskan 4.011 jiwa dan menghancurkan 114 desa, dengan kerusakan lahan ke arah timur dan selatan sejauh 40 km dari puncak gunung.

5. Gunung Agung (VEI=5)
Gunung Agung terakhir meletus pada 1963-64 dan masih aktif, dengan sebuah kawah besar dan sangat dalam yang kadang-kadang mengeluarkan asap dan abu. Dari kejauhan, gunung ini tampak kerucut, meskipun didalamnya terdapat kawah besar.

Dari puncak gunung, adalah mungkin untuk melihat puncak Gunung Rinjani di pulau Lombok, meskipun kedua gunung sering tertutup awan.


Pada tanggal 18 Februari 1963, penduduk setempat mendengar ledakan keras dan melihat awan naik dari kawah Gunung Agung. Pada tanggal 24 Februari lava mulai mengalir menuruni lereng utara gunung, akhirnya perjalanan 7 km dalam 20 hari mendatang. Pada tanggal 17 Maret, gunung berapi meletus, mengirimkan puing-puing 8-10 km ke udara dan menghasilkan aliran piroklastik yang besar. Arus ini banyak menghancurkan desa-desa, menewaskan sekitar 1500 orang. Sebuah letusan kedua pada 16 Mei menyebabkan aliran awan panas yang menewaskan 200 penduduk lain.

4. Krakatau (VEI=6)
Krakatau adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra. Nama ini pernah disematkan pada satu puncak gunung berapi di sana (Gunung Krakatau) yang sirna karena letusannya sendiri pada tanggal 26-27 Agustus 1883. Letusan itu sangat dahsyat; awan panas dan tsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa. Sampai sebelum tanggal 26 Desember 2004, tsunami ini adalah yang terdahsyat di kawasan Samudera Hindia. Suara letusan itu terdengar sampai di Alice Springs, Australia dan Pulau Rodrigues dekat Afrika, 4.653 kilometer. Daya ledaknya diperkirakan mencapai 30.000 kali bom atom yang diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia II.

Letusan Krakatau menyebabkan perubahan iklim global. Dunia sempat gelap selama dua setengah hari akibat debu vulkanis yang menutupi atmosfer. Matahari bersinar redup sampai setahun berikutnya. Hamburan debu 



tampak di langit Norwegia hingga New York.
Ledakan Krakatau ini sebenarnya masih kalah dibandingkan dengan letusan Gunung Toba dan Gunung Tambora di Indonesia, Gunung Tanpo di Selandia Baru dan Gunung Katmal di Alaska. Namun gunung-gunung tersebut meletus jauh di masa populasi manusia masih sangat sedikit. Sementara ketika Gunung Krakatau meletus, populasi manusia sudah cukup padat, sains dan teknologi telah berkembang, telegraf sudah ditemukan, dan kabel bawah laut sudah dipasang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa saat itu teknologi informasi sedang tumbuh dan berkembang pesat.

Tercatat bahwa letusan Gunung Krakatau adalah bencana besar pertama di dunia setelah penemuan telegraf bawah laut. Kemajuan tersebut, sayangnya belum diimbangi dengan kemajuan di bidang geologi. Para ahli geologi saat itu bahkan belum mampu memberikan penjelasan mengenai letusan tersebut.

3. Maninjau (VEI=7)
Kaldera Maninjau dibentuk oleh letusan gunung berapi diperkirakan terjadi sekitar 52.000 tahun yang lalu. Simpanan dari letusan telah ditemukan dalam distribusi radial sekitar Maninjau membentang hingga 50 km di sebelah timur, 75 km di tenggara, dan barat ke pantai ini. Deposito diperkirakan akan didistribusikan lebih dari 8.500 km ² dan memiliki volume 220-250 km ³. kaldera ini memiliki panjang 20 km dan lebar 8 km.

2. Gunung Tambora (VEI=7)
Aktivitas vulkanik gunung berapi ini mencapai puncaknya pada bulan April tahun 1815 ketika meletus dalam skala tujuh pada Volcanic Explosivity Index. Letusan tersebut menjadi letusan tebesar sejak letusan danau Taupo pada tahun 181. Letusan gunung ini terdengar hingga pulau Sumatra (lebih dari 2.000 km). Abu vulkanik jatuh di Kalimantan, Sulawesi, Jawa dan Maluku. Letusan gunung ini menyebabkan kematian hingga tidak kurang dari 71.000 orang dengan 11.000—12.000 di antaranya terbunuh secara langsung akibat dari letusan tersebut. Bahkan beberapa peneliti memperkirakan sampai 92.000 orang terbunuh, tetapi angka ini diragukan karena berdasarkan atas perkiraan yang terlalu tinggi. Lebih dari itu, letusan gunung ini menyebabkan perubahan iklim dunia. Satu tahun berikutnya (1816) sering disebut sebagai Tahun tanpa musim panas karena perubahan drastis dari cuaca Amerika Utara dan Eropa karena debu yang dihasilkan dari letusan Tambora ini. Akibat perubahan iklim yang drastis ini banyak panen yang gagal dan kematian ternak di Belahan Utara yang menyebabkan terjadinya kelaparan terburuk pada abad ke-19.

Selama penggalian arkeologi tahun 2004, tim arkeolog menemukan sisa kebudayaan yang terkubur oleh letusan tahun 1815 di kedalaman 3 meter pada endapan piroklastik. Artifak-artifak tersebut ditemukan pada posisi yang sama ketika terjadi letusan di tahun 1815. Karena ciri-ciri yang serupa inilah, temuan tersebut sering disebut sebagai Pompeii dari timur.

1. Toba Supervolcano (VEI=8)
Merupakan letusan gunung berapi yang paling dahsyat yang pernah diketahui di planet Bumi ini. Dan hampir memusnahkan generasi umat manusia di planet Bumi.

73.000 tahun yang lalu letusan dari supervolcano di Indonesia hampir memusnahkan seluruh umat manusia. Hanya sedikit yang selamat. Dan setelah Tsunami Gunung Berapi Di Indonesia menjadi Aktif sekali lagi dan mengancam umat manusia.

Letusan ini tidak bisa dibandingkan dengan apapun yang telah dialami di bumi sejak masa dimana manusia bisa berjalan tegak. Dibandingkan dengan SuperVolcano Toba, bahkan krakatau yang menyebabkan sepuluh ribu korban jiwa pada 1883 hanyalah sebuah sendawa kecil.

Padahal krakatau memiliki daya ledak setara dengan 150 megaton TNT. Sebagai perbandingan: ledakan Bom Nuklir hiroshima hanya memiliki daya ledak 0,015 megaton, dan secara lisan maka daya musnahnya 10.000 kali lebih lemah dibanding krakatau.

Seperti yang telah diketahui oleh para ilmuwan, toba hampir memusnahkan umat manusia 73.00 tahun yang lalu. Saat itu manusia neanderthal menghuni bumi kita bersamaan dengan homo sapiens di eropa, serta homo erectus dan homo floresiensis di asia. Saat itu sangat dingin di eropa, Zaman es terakhir ini berjalan lancar dimana kijang, kuda liar dan rusa raksasa diburu. Selain makanan herbivora, mammoth dan badak berbulu juga seringkali menjadi menu makanan manusia saat Toba, dengan diameter 90 kilometer di pulau yang sekarang dikenal dengan nama Sumatera.Meledak dalam arti yang sebenarnya.

Bersamaan dengan gelombang besar tsunami, ada 2.800 kilometer kubik abu yang dikeluarkan, yang menyebar ke seluruh atmosfir bumi kita. Yang mungkin telah mengurangi jumlah populasi manusia menjadi hanya sekitar 5000 sampai 10000 manusia saja.

Sebenarnya manusia jaman sekarang berasal dari beberapa ribu manusia yang selamat dari letusan super volcano Toba 73.000 tahun yang lalu

Oleh karena itu Gunung berapi di Indonesia bertanggung jawab atas hampir musnahnya umat manusia. Dan Dari 60 hingga 70 gunung berapi yang dapat ditemuai di area tersebut(Indonesia) sekarang. Beberapa diantaranya menjadi aktif kembali dalam beberapa bulan maupun beberapa minggu setelah gempa di dasarlaut pada bulan desember 2004.

Walaupun Toba sampai saat ini masih tertidur jauh dan aman dibawah sebuah laut besar yang menyandang nama sama di Sumatera Utara. banyak orang yang takut apabila suatu saat Gunung Berapi aktif di Talang yang berada 300 kilometer di selatan Toba meletus, bisa membangunkan Raksasa yang tertidur.

Vulkanologis Prof. Ray Cas mengatakan ‘Hal itu mungkin saja terjadi, tapi bila hanya Toba siap untuk meletus dan kejadian diatas bukanlah satu-satunya indikasi akan kejadian tersebut.”

Sang ahli tersebut berpikir bahwa mungkin saja suatu hari nanti letusan besar lain akan terjadi tapi hal itu baru akan mungkin terjadi sekitar 10.000 atau bahkan 100.000 tahun lagi.Tetapi biar bagaimana pun tidak semua hal dapat diprediksi.



==>Read More