Showing posts with label Climbing. Show all posts
Showing posts with label Climbing. Show all posts

Wednesday, June 20, 2012

Materi Rock Climbing

A. Macam – Macam Batuan
Beberapa batuan yang sering dijumpai yang terutama lokasi dimana sering dijadikan ajang pemanjatan di Indonesia.
1. Batuan Beku- Andersit,berwarna hitam keabu-abuan massif dan kompak
- Lava Andersit,seperti andersit dan biasanya dijumpai lubang-lubang kecil bekas keluarnya gas dan dijumpai dengan kesan berlapis
- Breksi lava,menyerupai batu breksi pada umumnya
- Granit,berwarna terang dengan warna dasar putih



2. Batuan Sedimen
- Batu Gamping,berwarna putih kekuningan,kompak,banyak dijumpai retakan atau lubang,dan biasanya berlapis.
- Breksi Sedimen,seperti halnya breksi lava tapi batu ini biasanya berupa batu pasir.
3. Batu Metamorf
Hampir sama dengan batu gamping tapi disini sudah mengalami rekristalisasi dan warnanya sangat beragam.

B. Etika Panjat Tebing
Beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam etika panjat tebing adalah sebagai berikut :

- Menghormati adat istiadat dan kebiasaan masyarakat setempat.
- Menjaga kelestarian alam.
- Merintis jalur baru.
- Memanjat jalur bernama.
- Pemberian nama jalur.
- Memberi keamanan bagi pemanjat lain

C. Macam – macam Pemanjatan

a. Artificial Climbing
Adalah olah raga yang dilakukan pada tebing-tebing dengan tingkat kesulitan yang tinggi dengan bermodalkan alat yang diselipkan pada celah-celah batu atau memanfaatkan pengaman alam (natural anchor).
Artificial climbing ini dimana alat benar-benar digunakan sebagai penambah ketinggian disampin sebagai pengaman pemanjatan.

b. Top Roof

c. Sport Climbing
Adalah pemanjatan dimana pengaman sudah terpasang tinggal kita memasang tali pengaman pada jalur yang sudah ada namanya.

d. Free Climbing
Pada prinsipnya hampir sama dengan pemanjatan artificial hanya dalam free climbing alat digunakan hanya sebagai pengaman saja sedangkan untuk menambah ketinggian menggunakan pegangan tangan dan friksi (gaya gesek) kaki sebagai pijakan.

Alat-alat yang diguanakan dalam pemanatan artificial

1. Tali carmentel
Biasanya yang digunakan adalah tali yang memiliki tingkat kelenturan atau biasa disebut dynamic rope. Secara umun tali di bagi menjadi dua macam yaitu :
a. Static
Mempunyai daya lentur 6% - 9%, digunakan untuk tali fixed rope yang digunakan untuk ascending atau descending. Standart yang digunakan adalah 10,5 mm.
b. Dynamic
Mempunyai daya lentur hingga 25%, digunakan sebagai tali utama yang menghubungkan pemanjat dengan pengaman pada titik tertinggi.

2. Harnest adalah alat pengikat di tubuh sebagai pengaman yg nantinya dihubungkan dengan tali.

3. Carabiner adalah cincin kait yg terbuat dari alumunium alloy sebagai pengait dan dikaitkan dg alat lainnya.
? carabiner srew gate
? carabiner non screw gate

4. Helmet adalah pelindung kepala yg melindungi kepala dari benturan dari benda-benda yang terjatuh dari atas.

5. Descender, peralatan yg digunakan untuk meniti tali ke atas dan peralatan tambahan, untuk meniti tali kebawah serta mengamankan leader disaat membuat jalur, biasanya yg sering digunakan adalah figure of eight dan auto stop.

6. Ascender, peralatan yg digunakan untuk meniti tali ke atas dan secara otomatis akan mengunci bila dibebani. Jenis yang digunakan biasanya jumar dan croll

7. Grigri, alat ini digunakan untuk membelay, alat ini mempunyai tingkat keamanan yg paling tinggi karena dapat membelay dengan sendirinya.

8. Sepatu Panjat, sbg pelindung kaki dan mempunyai daya friksi yg tinggi sehingga dpt melekat di tebing. Jenisnya sendiri yang sering digunakan adalah soft (lentur/fleksibel) dan hard (keras)

9. Calk bag, sebagai tempat MgCo3 (Magnesium Carbonat) yg berfungsi agar tangan tdk licin karena berkeringat sehingga akan membantu dalam pemanjatan.

10. Hammer, berfungsi untuk menanamkan pengaman dan melepaskan kembali, biasanya yg diapakai jenisnya ringan dan mempunyai kekuatan tinggi dan ujungnya berfungsi mengencangkan mur pada saat memasang hanger.

11. Webbing, peralatan panjat yg berbentuk pipih tidak terlalu kaku dan lentur.

12. Prusik, merupakan jenis tali carmentel yg berdiameter 5-6 mm, biasanya digunkan sbg pengganti sling runner dan juga dpt digunakan untuk meniti tali keatas dengan menggunakan simpul prusik.

13. Pulley, mirip katrol, kecil dan ringan tetapi memiliki kemampuan dalam beban yg berat.

14. Handdrill, merupakan media untuk mengebor tebing secara manual, yg berfungsi untuk menempatkan pengaman berupa bolt serta hanger.

Artificial ancor:
1. Paku Piton
Merupakan pengaman sisipan yg berguna sebagai pasak.
2. Stopper
Digunakan untuk celah vertical yg menyempit kebawah dengan prinsip kerja menjepit celah membentuk sudut atau menyempi

3. Sky Hook
Sebagai pengaman sementara dengan prinsip kerja menyisipkan ujung sky hook pada celah bebatuan dan harus terbebani, usahakan meminimalkan gerak.

4. Ramset dan Hanger
Satu set peralatan dalam artificial climbing yg berfungsi untuk menanamkan bolt dan kemudian digabungkan dengan hanger sehingga menjadi pengaman tetap.

5. Friend
Pengaman yg diselipkan pada celah batu dengan bermacam ukuran. Friend ada 2 macam :
- Regular Friend
Terbuat dari allumunium alloy dan mempunyai kelemahan yaitu berbentuk static/tidak mempunyai kelenturan. Alat ini bekerja dengan baik dicelah overhang.
- Fleksibel Friend
Bentuknya sama dengan regular friend hnya mempunyai kelebihan terbuat dari kawat baja yg menjadikan friend ini sangat fleksibel, dan dapat dipasang disemua celah dan segala posisi.

6. Hexa
Prinsip kerja sama dengan stopper hanya berbeda pada bentuk round (bulat) dan hexagonal (segi enam).

7. Chocker
Alat bantu yg berfungsi untuk melepaskan hexa atau stopper yg terkait di celah batu.

8. Etrier/tangga gantung &daisy chain
- Etrier : alat yg terbuat dari webbing yg menyerupai tangga untuk membantu menambah ketinggian.
- Daisy chain : terbuat dari webbing, berfungsi untuk menambah ketinggian serta menjaga apabila etrier jatuh.


D. SIMPUL

1. Simpul untuk penambat

• Overhand Knot
Untuk mengakhiri pembuatan simpul sebelumnya. Toleransi terhadap kekuatan tali akan berkurang sebesar 40%.

• Clove hitch knot
Untu mengikat tali pada penambat yg fungsinya sebagai pengaman utama (fixed rope) pada anchor natural dsb. Toleransi terhadap kekuatan tali akan berkurang sebesar 45%.

• Italian hitch knot
Untuk repeling juka tidak ada figure eight atau grigri. Toleransi terhadap kekuatan tali akan berkurang 45%.

• Butterfly knot
Untuk membuat ditengah atau diantara lintasan horizon. Bisa juga digunakan untuk menghindari tali yang sudah friksi. Toleransi terhadap kekuatan tali 50%.

• Figure of eight knot
Untuk pengaman utama dalam penambatan dan pengaman utama yang dihubungkan dengan tubuh atau harnest. Toleransi 55% - 59%.
• Eight on bight knot
Untuk pengaman utama dalam penambat pada dua anchor. Toleransi 68%.
• Bowline knot
Untuk pengaman utama dalam penambatan atau pengaman utama yang dihubungkan dengan penambat atau harnest. Toleransi 52%.
• Simpul two in one
Simpul ini biasanya digunakan sebagai penambat pada anchor natural saat cleaning, yaitu ketika pemanjat selesai dan turun dari tebing tanpa meninggalkan alat.

• Fisherman Knot
Untuk menyambung 2 tali yang sama besarnya dan bersifat licin. Toleransi 41% – 50% 
==>Read More

Monday, June 18, 2012

Free Solo Climbing - Antara Seni dan Nyawa

        Panjat tebing atau yang dikenal dengan sebutan rock climbing adalah salah satu dari sekian banyak 
olahraga ekstrim. rocl climbing mempunyai banyak spesifikasi berdasarkan pembagian - pembagiannya, sekarang yang akan saya bahas adalah salah satu teknik pemanjatan berdasarkan pemakaian alat, yaitu FREE SOLO CLIMBING.

 
      
FREE SOLO CLIMBING adalah salah satu teknik pemanjatan yang paling ekstrim, butuh nyali ekstra serta pengalaman dan kekuatan fisik yang lebih untuk mencoba teknik ini, karena selama pemanjatan, pemanjat SAMA SEKALI TIDAK MEMAKAI PENGAMAN APAPUN, yang digunakan hanyalah sepatu panjat dan chalkbag plus magnesiumnya. jalur yangdipanjat dengan teknik ini bervariasi, mulai dari jalur mudah dengan grade 5.8 sampai yang susah, grade 5.12.        Memang teknik ini terdengar gila bagi yang baru mengenal dunia panjat tebing, tapi bagi para praktisi panjat, teknik ini merupakan tantangan tersendiri untuk mereka guna mencoba sejauh mana batas kemampuan mereka, di indonesia sendiri teknik ini kurang begitu populer, tapi diluar negeri, teknik ini sudah banyak yang mencobanya
sebut saja nama - nama seperti :

  1. John Bachar
  2. Allain Robert
  3. Dan Osman
  4. Dean Potter
  5. Steph Davis
  6. Catherine Destivelle
           Dan masih banyak lagi pemanjat - pemanjat solo lainnya yang ada di luar negeri *kalau yang didalam negeri aku kurang tau malu* 


     Nie buat yang mau nonton Don Osman dan Catherine Destivelle


    Don Osman



          


     Catherine Destivelle


    ==>Read More

    Wednesday, June 6, 2012

    Parang-Ndok, Tebing Berjuta Kisah

    6Halo Putra Ibu Bumi, apa kabar...??? Kali ini saya tidak bercerita kegiatan petualang mendaki gunung, panjat tebing, atau petualangan lainnya. Saya hanya akan sedikit bercerita tentang sebuah tebing karst yang ada di Yogyakarta dengan berjuta kisah yang ada (tapi saya cuma cerita beberapa aja yah, kalo berjuta-juta kebanyakan)...hehehehhehe....Ok tanpa perlu memperpanjang dan memperlebar basa-basi nya, langsung aja yah...

    Setiap kali mendengar nama tempat Tebing Parang ndok, saya langsung teringat dengan kegiatan Diklatsar GAPADRI, Mapala STTNas Yogyakarta, yang pernah saya ikuti. Tebing ini terlalu menyeramkan waktu itu (karena saya baru pertama kali waktu itu). Rappeling dari ketinggian hampir 75 meter, dengan view pantai Parang Tritis, dan dalam kondisi dibawah tekanan (namanya juga masih peserta)....hehehehheee....tapi bukan ini inti ceritanya.

    Namun, dibalik cerita diklatsar itu, ada sebuah lagu yang sering dinyanyikan oleh senior-senior saya yang benar-benar membuat saya kagum sama pencipta lagu itu. Konon kabarnya lagu itu diciptakan oleh seorang senior saya yang sedang putus cinta, dan terinspirasi tebing ini untuk melampiaskannya....lagu ini dibuat sekitar tahun 80-90an (katanya lho), karena gak ada manuscript yang jelas, dan hanya diperdengarkan dari mulut kemulut dan belum pernah di recording di studio rekaman.

    Ok, karena belum ada rekamannya, saya menuliskan Liriknya saja ya....



    Parang Ndok
    Sunyi dihati, Sepi dijiwa
    baik buruk awal dari sebuah kisah
    tak perlu kau sesali
    tak perlu kau tangisi
    terhempas ku disebuah tebing Parang Ndok


    Kucium, kupeluk,kuraba dan kupanjat
    hancur hatiku hancurlah jariku
    tak seputih magnesium
    manisnya kemesraan
    begitulah yang dijanjikannya


    Reff :
    Matahari kan bersinar lagi
    Esok masih ada
    walau tanpa kamu
    hidup ini tetap indah
    aku tetap aku


    disaat gundah melanda
    kusandang kembali ransel biruku
    kulangkahkan kaki ini
    susuri jalan setapak sunyi
    menuju sebuah desa di kaki Merapi


    Tetes embun pagi sejukkan hatiku
    tetes embun pagi segarkan jiwaku
    damai yang kudapati
    tak jua engkau mengerti
    cobalah mengerti arti hidup ini
    (Back to Reff)


    Yah, bagiku lirik lagunya mempunyai arti yang begitu dalam. Sebuah penghargaan terhadap hidup yang tidak di salurkan dalam hal-hal yang Negativ ketika sedang menghadapi masalah, namuin disalurkan dengan kegiatan positif (olahraga misalnya), jadi selain dapat melupakan masalah juga membuat tubuh menjadi sehat...Tul gak...????

    Lagu ini sering dibawakan oleh Band Rendang Jengkol, band beraliran Reggae & Dangdut hasil kreativitas teman-teman GAPADRI, dan selalu mendapatkan sambutan antusias oleh para komunitas Pecinta Alam di Yogyakarta ketika memperdengarkan lagu ini dalam setiap event panggung musik ala Mapala.

    Nah, sahabat petualang mohon maaf jika tulisan ini agak sedikit acak-acakan dan kurang berkesan. Untuk itulah saya minta saran dan dukungan dari Sahabat Petualang sekalian untuk dapat memberika komentarnya.....

    Salam Lestari,
    ==>Read More